"Ketika dunia sedang tak berpihak kepada kita,maka sadarlah bahwa di balik semua kejadian itu pasti ada hikmah yang tersembunyi,di balik rahasia ada rahasia".
Ini kisah tentang perjuangan seorang Bapak dalam menjalani Hidup Sebatang Kara, yang ditinggalkan Keluarga dikarenakan Faktor Ekonomi.......
Subuh yang dingin,terdengar suara adzan berkumandang sayup-sayup nun jauh disana...musim penghujan yang tak kunjung berakhir menurunkan gerimis bercampur kabut tebal membuat suasana mencekam, dingin, dan lembab, tak ada yang perlu diragukan lagi,apabila di suasana seperti itu lebih enak untuk kembali menarik selimut dan kembali memejamkan mata sampai fajar terbit di ufuk barat sana.
Tapi tidak begitu dengan bapak,dia begitu bersemangat bangun pagi ini, jam 4 subuh dia sudah terbangun,langsung mandi dan mengambil air wudhu,tak lama berselang sudah terdengar alunan ayat-ayat suci keluar dari bibirnya yang sudah keriput di makan usia...padahal kalau melihat usianya tidak sebanding dengan raut wajahnya sekarang,bapak terlihat lebih tua di banding teman-teman seusianya...mungkin karena tekanan hidup yang berat menyebabkan wajahnya terlihat lebih keriput.
Di raihnya gerobak tua yang disimpan di sudut rumah atau lebih pantas disebut dengan gubuk yang tak layak huni,atapnya sudah bocor,dinding-dindingnya sudah lapuk, nyaris roboh..itu terlihat dari sudut belakang Bangunan yang sudah di ganjal dengan sebatang bambu,apabila hujan turun bapak akan sibuk mengeluarkan berbagai macam peralatan dapurnya,ada ember,bak atau kaleng-kaleng cat yang digunakan untuk menampung air hujan yang menerobos masuk dari sela2 genteng yang sudah pecah,tak bisa dihindarkan lagi air hujan akan masuk membanjiri rumah tua bapak.pernah suatu ketika disaat hujan turun,angin bertiup sangat kencang sehingga menerbangkan hampir separuh genteng rumah bapak,dan bapak tidak bisa berbuat apa2 selain hanya pasrah karena bapak sadar,dia tidak akan bisa melawan kekuatan alam dengan kondisi dan usianya yang sudah renta,akhirnya bapak hanya bisa tidur ber atapkan daun2 pisang yang ia ambil di kebun belakang yang bapak gunakan untuk menutupi genteng yang bocor tersebut,tetapi bapak tetap tersenyum dan tidak pernah mengeluh sama sekali.
Oh iya..bapak hanya tinggal seorang diri di gubuk tersebut,istri dan anak2nya sudah lama meninggalkan bapak sendirian,mereka sudah tidak kuat lagi tinggal bersama bapak...alasanya bisa di tebak "bapak sering tak punya uang untuk membeli makanan 3 kali sehari,apalagi membelikan pakaian yang layak bagi anak2nya"...
To Be Continue............
Entri Populer
-
Provinsi Banten memiliki Masyarakat Tradisional yang masih memegang teguh Adat Tradisi yaitu suku Bad...
-
Titip Ibuku ya Allah."Nak, bangun... udah adzan subuh. Sarapanmu udah ibu siapin di meja...". Tradisi ini sudah berlangsung sejak ...
-
simple but not simple.....begitulah kesan pertama ketika pertama kali menggunakn tablet android.....w emang penyuka gadget sejati..apapun ga...
-
"Ketika dunia sedang tak berpihak kepada kita,maka sadarlah bahwa di balik semua kejadian itu pasti ada hikmah yang tersembunyi,di bali...
-
Harta..Kekayaan..Kedudukan dan semua yang bersangkutan dengan Materi memang sangat diidam-idamkan oleh semua orang, saya jamin 100%, semua m...
-
Hai..hai...tengah malem gini gw masih melek,entah kenapa blm bisa tidur juga,padahal tadi siang lelah banget kerja seharian,but its OK,bgada...
-
Di Perancis, di Amerika Serikat, di Inggris, di India, dan di manapun juga di muka bumi ini, orang telah melihat adanya benda-benda luar an...
-
malem ini dingin banget,di luar udara gak bersahabat....kayaknya ud mau ujan deh coz suara kodok saling bersahut-sahutan,langit gelap tak ad...
-
Asiiik...saatnya menyalurkan hoby, nyangkul-nyangkul dikit ngeluarin keringat, mengolah Secuil tanah di pinggir rumah supaya bisa bermanfa...
-
Banten oh Banten......Pilkada Masih lama akan di laksanakan, tetapi Gaung Politik Sudah semakin terasa, Kampanye-kampanye terselubung sudah ...
Tidak ada komentar:
Posting Komentar